Senin, April 22

Contoh KTI Ilmu Sains


MINYAK JELANTAH SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI MINYAK TANAH”


DITINJAU DARI GEJALA KAPILARITAS YANG DI PENGARUHI OLEH GAYA ADHESI, KOHESI, DAN TEGANGAN PERMUKAAN.




BAB 1
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah
Kompor telah digunakan untuk memasak semenjak zaman dahulu. Di Eropa, sejarah mengenai kompor dimulai abad ke 18. Sebelumnya, masyarakat Eropa memasak menggunakan tungku. Pada abad pertengahan, tungku dibuat lebih tinggi sehingga orang tidak harus berjongkok saat memasak. Kemudian, kompor mulai dikembangkan sampai akhirnya tidak dipergunakan sejak tahun 1753, karena banyak menghasilkan asap dan berbahaya bagi kesehatan. Lalu pada tahun 1922 muncul kompor gas yang disebut AGA Cooker temuan Gustaf dalen yang berkebangsaan Swedia dan masih popular sampai saat ini. (kompas, 2010)
Kompor yang masih sering kita jumpai saat ini yaitu kompor minyak dan gas. Tetapi seiring dengan perkembangan zaman, kompor minyak akhirnya tergantikan dengan kompor gas karena harga minyak tanah jauh lebih mahal dibandingkan dengan kompor gas, dan juga penggunaannya yang relative lebih simple. Oleh karena itu harus ada bahan bakar pengganti minyak tanah disamping LPG. Salah satu bahan bakarnya yaitu minyak jelantah.
Menggunakan minyak jelantah sebagai bahan bakar jauh lebih bermanfaat. Apabila minyak bekas penggorengan tersebut kita gunakan secara berulang ulang maka akan menyebabkan penyakit kanker, dan apabila dibuang akan menyebabkan pencemaran lingkungan.
Penelitian ini bertujuan untuk menghemat bahan bakar khususnya minyak tanah dan memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar penggantinya, tidak hanya untuk bahan bakar kompor, akan tetapi dapat juga dijadikan sebagai bahan bakar pelita. Penelitian ini menemukan beberapa fakta :
1.      Minyak jelantah dapat dijadikan alternatif bahan bakar kompor
2.      Dengan dimanfaatkannya minyak jelantah maka akan menghemat SDA
3.      Dengan menggunakan minyak jelantah akan mengurangi tingkat pencemaran lingkungan.
4.      Minyak jelantah dapat digunakan sebagai bahan bakar pelita yang ramah lingkungan.



B. Rumusan Masalah
            Adapun masalah-masalah yang akan dijadikan objek pembahasan dari karya ilmiah ini adalah sebagai berikut :
1. Mengapa minyak jelantah dapat dijadikan sebagai alternatif pengganti minyak tanah?
2. Apakah menggunakan pelita dengan bahan bakar minyak jelantah asapnya tidak akan mencemari udara?
3. Dampak apa saja yang ditimbulkan bagi kesehatan apabila kita menggunakan minyak jelantah secara berulang kali?
4. Mengetahui dampak positif dan negatif dari minyak jelantah

C.Tujuan Penelitian
            Penelitian terhadap minyak jelantah sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak bumi bertujuan untuk :
1. Mengetahui bagaimana cara kerja minyak jelantah yang dapat dijadikan sebagai pengganti bahan bakar minyak tanah
2. Memberikan solusi kepada negara agar SDA tidak cepat habis
3. Memberitahukan kepada Masyarakat agar mengganti bahan bakar minyak tanah dengan minyak jelantah
4. Mengetahui apa saja pengaruh yang ditimbulkan akibat bahayanya minyak jelantah.

D. Manfaat Penelitian
            Manfaat penelitian ini dapat di tinjau dari beberapa segi, yaitu :
1. Segi Pemerintah
a)      Dapat memberikan masukan yang bersifat membangun dalam upaya pemerintah mengatasi krisis SDA
b)      Dapat dijadikan sebagai acuan bagi pemerintah mengatasi masalah krisis SDA.
2. Segi Masyarakat
a)      Dapat dijadikan sebagai objek masalah yang harus segera diatasi dan harus segera diterapkan di Masyarakat agar menemukan strategi pemecahan yang tepat
b)      Memberikan solusi kepada masyarakat agar menggunakan minyak jelantah sebagai bahan bakar kompor minyak yang dapat menghemat biaya.
3. Segi Penulis
a)      Dapat memberikan pengalaman yang berharga, guna mengatasi masalah krisis SDA
b)      Dapat dijadikan objek studi yang tepat disamping penulis belajar disekolah.


BAB II
LANDASAN TEORI
A. Kajian Pustaka
·         Kandungan minyak jelantah
·         Kapilaritas
·         Pencemaran akibat minyak jelantah
·         Dampak negatif dan positif dari minyak jelantah
C.      kapilaritas
kapilaritas adalah peristiwa naik atau turunnya zat cair didalam pipa kapiler (pipaa sempit).
Manfaat dari kapilaritas :
1.      Naiknya minyak tanah melalui sumbu kompor
2.      Naiknya air dari akar menuju bagian atas (daun-daun) melalui pembuluh kayu
3.      Sifat menghisap cairan beberapa benda (kain dan kertas)

D.     Hipotesis
“Minyak jelantah dapat dijadikan sebagai bahan bakar kompor dan pelita”




BAB III
Metode Penelitian

A. Jenis Penelitian ( discovering )
Eksperimen
B. Waktu dan Tempat

NO
WAKTU                                  
KEGIATAN
TEMPAT
1
15 februari 2013
     Membuat pelita, karena cara kerja pelita sama dengan cara kerja kompor.
Terban, GK V/399 Yogyakarta
2
16 februari 2013                       
Melakukan eksperimen dengan mencoba pelita yang menggunakan bahan bakar minyak jelantah
Terban, GK V/399 Yogyakarta

C. Alat dan Bahan
a)      Sumbu kompor
b)      Botol kaca
c)      Paku
d)      Palu
e)      Tang
f)       Minyak Jelantah






D. Langkah langkah penelitian
a)      Menyiapkan segala bahan mulai dari botol kaca, sumbu, tang, paku, palu dan minyak jelantah
                   
(sumbu kompor)  (tang dan paku)           (palu)            (minyak jelantah)
b)      Lubangi kepala botol menggunakan paku dan dipukul menggunakan palu, buat lubang seukuran sumbu kompor kemudian masukkan sumbu ke dalam lubang tersebut
                   
(botol kaca dan sumbu yang telah dirakit)

c)      Masukkan minyak jelantah kedalam botol kaca. Tunggu 5 menit agar minyak menyerap sampai ke ujung sumbu

                 

(pelita yang sudah berisi minyak jelantah)
d)      Pelita siap dihidupkan.
                                   
            
LAMPIRAN
MELIPUTI :
A. Rancangan anggaran belanja peneltian
B. Agenda Penelitian

0 komentar:

Posting Komentar