Kamis, November 12

birthday 19th

Tepat sebulan aku berumur 19th.. 12 oktober 2015 merupakan kenangan yang terindah selama hidupku di tahun 2015 rasanya penuh syukur dan penuh harap untuk bisa menjadi orang yang bisa berguna terhadap lingkungan sekitar.
Pertamakali aku mendapatkan ucapan dari lelaki menyelam dibawah air, dialah sahabatku sejak SMA berawal dari sekelas bareng, tempat curhatdan tercurhati, suka gitar ditengah malam terus sms mau request lagu apa, sampai punya impian bisa nonton MU di Stadionnya langsung dan ke Venezia Itali. dlunya cuman sebatas teman dan sampai sekarang masih tetap "teman" belum ada kata yang melebihi dari itu,

(KPA)

terimakasih telah bertemu dan mengenalku sampai selama ini, sukses di teknik penerbangannya hingga dapat menjadi penerus bapak BJ. Habibie dan membanggakan orang tua..

Selanjutnya ada teman aku yang udah lama banget disampingku, JOJOBA waktu SMA 








Pesan Robin Lim untuk Bidan

Untuk pertamakalinya saya di bangku perkuliahan memposting kembali blog saya.
Kali ini saya akan memperkenalkan sosok yang menginspirasi bagi saya, teman sejawat dan para bidan di dunia..

Sebelumnya tahukah anda tentang sesosok Robin Lim? Robin Lim ("Bunda Robin," atau "Ibu Robin") adalah seorang bidan dan pendiri Yayasan Bumi Sehat, klinik kesehatan yang menawarkan perawatan prenatal gratis, layanan persalinan dan bantuan medis untuk siapa saja yang membutuhkannya. Beliau dan timnya telah bekerja sejak tahun 2003 untuk memerangi tingkat kematian ibu dan bayi yang tinggi di Indonesia, dan pusat-pusat kelahiran di Bumi Sehat melayani banyak ibu berisiko. Pada 2011 ia dianugerahi CNN Hero of the Year oleh jaringan berita CNN atas perannya dalam membantu ribuan perempuan berpenghasilan rendah di Indonesia dengan kehamilan yang sehat dan layanan lahir. (http://id.wikipedia.org/wiki/Robin_Lim)

Atas prestasi yang telah diraih serta pengabdiannya untuk Indonesia, beliau memiliki pesan yang untuk para bidan. Berikut ini pesan singkat dari Ibu Robin Lim.

Bidan….Anda adalah Pahlawan….

Tahun 1990-2010, angka kematian ibu di Indonesia mengalami penurunan sebesar 63% (sumber: oecd-ilibrary.org). Penurunan ini terutama disebabkan oleh pekerjaan anda sebagai bidan. Jumlah wanita yang meninggal akibat komplikasi kehamilan dan persalinan di masa kehidupan perdana mereka masih sangat tragis: 800 per hari di dunia, 220 kematian per 100.000 kelahiran hidup di Indonesia. Tingkat kematian bayi juga menurun di Indonesia, namun 25 dari setiap 1000 bayi yang lahir hidup, mati sebelum mencapai usia satu tahun.
Malnutrisi dan anemia yang di sebabkan oleh kemiskinan dan penyakit seperti malaria, TBC, HIV/AIDS berkontribusi pada tingginya jumlah ibu meninggal. Banyak ibu yang meninggal karena mereka tidak memiliki akses ke bidan; mungkin mereka tinggal di daerah yang jauh dan tidak ada transportasi. Ibu-ibu lain yang beresiko besar untuk perdarahan pada tahap III persalinan, tidak mencari perawatan medis karena mereka terlalu miskin.
Pelayanan bidan tidak semahal jasa dokter, jadi kepada bidanlah orang-orang miskin bergantung. Para ibu yang paling beresiko membutuhkan anda.
Bidan adalah pahlawan dalam perjuangan untuk menyelamatkan nyawa ibu dan bayi. Ini adalah keahlian Anda, dedikasi Anda yang dapat membuat perbedaan antara hidup dan mati. Terimakasih untuk menjadi bidan, penjaga keajaiban kelahiran. Pekerjaan Anda adalah suci. Hidup ada sangat berharga.
            Ibu Robin Lim bukanlah seorang bidan yang berkewarganegaraan Indonesia, tetapi beliau memiliki kepedulian yang tinggi terhadap Negara Indonesia. Bagaimana dengan kita sebagai sosok yang lahir dan dewasa di Indonesia? 
Apakah kita akan menjadi seorang bidan pahlawan seperti harapan masyarakat? 
Inilah saatnya kita menunjukkan kompetensi kita sebagai bidan pahlawan di mata masyarakat dengan upgrading knowledge dan improving skill, sehingga ilmu yang kita peroleh dapat bermanfaat bagi sesama manusia serta dapat dipertanggung jawabkan kepada Tuhan nantinya.
This entry was posted in