ambisi terhadap suatu hal itu sangat lumrah di pandang
ambisi, banyak sekali dilakukan saat berkompetisi untuk menjadi yang terbaik dalam suatu forum
ambisi, jiwa yang dimiliki oleh orang-orang yang memilikii pemikiran jauh
ambisi, memakan waktu yang cukup banyak
sukses sih bisa di bilang sukses akan tetapi orang yang berambisius besar akan menyakiti dirinya sendiri....
akan tetapi jika ambisi itu dilaksanakan secara tidak sehat pastinya kita juga yang akan rugi
sebuah artikel mengatakan bahwa orang ambisius cenderung berumur pendek.....
PENELITIAN terkini dari University of Notre Dame menunjukkan sisi lain di balik kecemerlangan karir seseorang. Selain menyukseskan kehidupan pekerja keras, ternyata orang-orang yang berkarakter ambisius, berprestasi, dan memiliki karir bergengsi, juga merugikan dari sisi kesehatan.
Riset tersebut mengungkap orang-orang yang ambisius cenderung memiliki kesehatan yang lebih buruk dan harapan hidup lebih rendah, ketimbang teman-teman mereka yang tidak terlalu mempunyai motivasi tinggi. Hasil riset tersebut dilaporkan The Atlantic.
Profesor Timothy Judge dari University of Notre Dame menggunakan data dari studi siklus hidup Terman untuk menelusuri sebanyak 717 individu berkemampuan tinggi. Ia melakukannya lebih dari tujuh dekade dengan mengukur cita-cita peserta dari masa kecil ke awal karir mereka.
Latar belakang pendidikan dari mereka berkisar dari menyelesaikan diploma sekolah menengah atas, sampai memasuki beberapa universitas terbaik di dunia, seperti Harvard, Yale, Princeton, dan lain-lain.
Ambisi kemudian diprediksi perbedaan individu, semisal neurotisisme, kemampuan mental umum, serta latar belakang sosial-ekonomi seperti pekerjaan orang tua yang bergengsi.
Hasil riset menunjukkan, meski orang-orang ini memiliki segudang prestasi di sekolah, maupun di tempat kerja, dan memiliki gaji tinggi, mereka cenderung hidup lebih pendek dan tidak lebih bahagia. Karena orang-orang yang berprestasi tinggi cenderung mengorbankan kualitas hidup demi kesuksesan.
Karena itu, Judge menyarankan orang tua harus tahu bahwa ambisi memiliki batasan-batasan jika keinginan terbesar untuk anak-anak adalah menjalani kehidupan yang bahagia dan sehat. Orang tua jangan terlalu menekankan keberhasilan profesional kepada anak-anak dengan mengorbankan kualitas hidup
Riset tersebut mengungkap orang-orang yang ambisius cenderung memiliki kesehatan yang lebih buruk dan harapan hidup lebih rendah, ketimbang teman-teman mereka yang tidak terlalu mempunyai motivasi tinggi. Hasil riset tersebut dilaporkan The Atlantic.
Profesor Timothy Judge dari University of Notre Dame menggunakan data dari studi siklus hidup Terman untuk menelusuri sebanyak 717 individu berkemampuan tinggi. Ia melakukannya lebih dari tujuh dekade dengan mengukur cita-cita peserta dari masa kecil ke awal karir mereka.
Latar belakang pendidikan dari mereka berkisar dari menyelesaikan diploma sekolah menengah atas, sampai memasuki beberapa universitas terbaik di dunia, seperti Harvard, Yale, Princeton, dan lain-lain.
Ambisi kemudian diprediksi perbedaan individu, semisal neurotisisme, kemampuan mental umum, serta latar belakang sosial-ekonomi seperti pekerjaan orang tua yang bergengsi.
Hasil riset menunjukkan, meski orang-orang ini memiliki segudang prestasi di sekolah, maupun di tempat kerja, dan memiliki gaji tinggi, mereka cenderung hidup lebih pendek dan tidak lebih bahagia. Karena orang-orang yang berprestasi tinggi cenderung mengorbankan kualitas hidup demi kesuksesan.
Karena itu, Judge menyarankan orang tua harus tahu bahwa ambisi memiliki batasan-batasan jika keinginan terbesar untuk anak-anak adalah menjalani kehidupan yang bahagia dan sehat. Orang tua jangan terlalu menekankan keberhasilan profesional kepada anak-anak dengan mengorbankan kualitas hidup







0 komentar:
Posting Komentar